RSS

Itaewon, Daerah dengan Nuansa Islami di Korea

16 Agu

Selain terkenal dengan K-Pop , Boyband , Girlband, Drama Korea di sini juga bisa agan aganista jumpai tempat dengan kultur Muslim walaupun disini muslim merupakan kultur minoritas ..

Itaewon merupakan sebuah daerah di Kota Seoul dengan ciri khas budaya luar Korea. Awalnya merupakan daerah tempat tinggal tentara AS yang tinggal di Korea setelah Perang Korea (1950-1953), yang kemudian berkembang setelah Olimpiade Seoul tahun 1988 dan Piala Dunia FIFA tahun 2002. Sejak itu, Itaewon menjadi sebuah distrik multikultural yang merangkul budaya Timur dan Barat. Di daerah ini kita akan menemukan berbagai toko yang menjual pakaian dan aksesori dari berbagai ukuran dan gaya atau restoran internasional dan bar. Perpaduan unik itulah yang menyebabkan Itaewon menjadi salah satu tempat tujuan wajib wisatawan asing.

Itaewon Terkenal Dengan Spot – Spot Islaminya :

Islamic Street dan Seoul Central Mosque di Itaewon:

Kawasan Masjid Central Seoul dan Islamic Street

Bagi pengunjung beragama Islam yang mengunjungi Seoul, mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan makanan halal dan tempat beribadah, namun akan mudah jika berkunjung ke Itaewon. Di Itaewon terdapat Seoul Central Mosque, yang merupakan pusat masjid di Korea, dan ‘Islamic Street,’ yang menyediakan makanan-makanan halal di sepanjang daerah tersebut. Oleh karena itu, ‘Islamic Street’ selalu ramai dengan umat muslim dan wisatawan luar lainnya, khususnya saat sore hari.

Transportasi menuju Islamic Street:

– Itaewon Station (Subway Line 6) Exit 3,
– Walk straight and turn right down the first side street
– Turn down the 3rd side street to your left (Usadan-ro 10gil). This is “Islamic Street.”

Seoul Central Mosque

Suasana Seoul Central Mosque di Itaewon

Itaewon terkenal dengan Seoul Central Mosque yang merupakan pusat dari sepuluh masjid yang ada di Korea. Dengan 100,000 lebih umat Muslim yang tinggal di Korea, jumlah pengunjung ke masjid terus meningkat setiap tahun. Masjid ini dibuka pada tahun 1976 untuk mempromosikan hubungan persahabatan antara Korea dan negara-negara Muslim dan untuk memperkenalkan budaya Islam ke Korea.

Rata-rata setiap hari, 20-30 jamaah mengunjungi Masjid ini, namun akan berlipat menjadi ratusan jika hari Jumat atau akhir pekan. Masjid merupakan sebuah tempat peristirahatan yang nyaman bagi mereka (siswa muslim, diplomat, pengusaha, dan penduduk lain dari Korea) yang berusaha untuk hidup dengan aturan ketat Alquran. Sebuah festival juga diselenggarakan di masjid setiap tahun selama periode puasa Ramadan.

Seoul Central Mosque juga bertanggung jawab untuk sertifikasi halal produk Korea yang diekspor ke negara-negara Islam. Seoul Central Mosque satu-satunya lembaga resmi sertifikasi halal di Korea yang diakui oleh negara-negara Islam. Sejak awal 1990-an, telah memberikan sertifikat halal kepada 174 jenis barang ekspor, termasuk produk susu Korea, mie ramyeon, kimchi, dan teh.

Bagi umat muslim atau pengunjung yang mengunjungi Seoul Central Mosque dapat menemukan beberapa restoran di sekitar Masjid yang menawarkan hidangan-hidangan halal sesuai aturan Islam. Antara lain:

1. Salam

Salam adalah salah satu restoran paling terkenal di ‘Islamic Street’ dan menjadi salah satu restoran yang memperkenalkan masakan tradisional Turki ke Korea. Restoran ini menghidangkan kebab daging sapi dan domba dan hidangan domba yang lain digabungkan dengan sayuran. Makanan yang disediakan di SALAM Restoran antara lain: sup Merjimek Turki, kebab, salad Coban, ayran, teh dan kue.

Informasi:

Business hours: Weekdays and weekends 12:00-22:00
Closed on the first and third Monday of every month
Main menu: Salam course (for 2 or more): 24,000 won
Kebabs: 10,000-12,000 won
Address: Seoul-si, Yongsan-gu, Hannam-dong 732-21
Contact: +82-2-793-4323 (Korean, English, Chinese)
Homepage: www.turkeysalam.com (Korean)

2. Wazwan

Wazwan adalah restoran India yang terletak tepat di seberang masjid. Berbagai makanan asli India dengan harga yang wajar membuat banyak pengunjung maupun penduduk setempat yang mendatangi restoran ini. . Salah satu pilihan yang paling populer adalah menu khusus yang dilengkapi dengan samosa, tandoori ayam, kari, India beras, dan makanan penutup. Khusus untuk reservasi kelompok besar harus dilakukan tiga hari sebelum hari H.

Informasi:

Business hours: Weekdays and weekends 11:00-23:00
Closed 1-2 Mondays a month (no fixed schedule)
Menu: Special set menu: 41,000 won
Tandoori chicken: 16,000 won
Curry: 10,000-13,500 won
Address: Seoul-si, Yongsan-gu, Hannam-dong 732-151
Contact: +82-2-798-1253 (Korean, English, Hindi)

3. Taj Palace


Restoran India lain yang direkomendasikan adalah Taj Palace, yang menawarkan menu dasar kari, naan, dan thali, serta menu makanan vegetarian. Semua ayam dan daging domba merupakan daging halal, dan rempah-rempah segarnya dibawa langsung dari India. Restoran ini menyajikan minuman seperti lassi dan tradisional chai, namun tidak melayani alkohol. Makanannya disiapkan oleh koki yang telah bekerja di sebuah hotel mewah di New Delhi, namun ditawarkan dengan harga yang wajar. Restoran ini terletak di sebelah kanan jalanan di Islamic Street saat kita turun dari Exit 3 di Stasiun Itaewon.

Informasi:

Business hours: Weekdays 11:00-22:30 / Weekends 11:00-23:00
Closed on New Year’s and Chuseok holidays
Menu: Deluxe Course Menu: 30,000 won
Tandoori chicken: 18,000 won
Kebabs: 16,000-30,000 won
Address: Seoul-si, Yongsan-gu, Itaewon-dong 132-2
Contact: +82-2-790-5786 (Korean, English, Japanese, Chinese, Hindi, Urdu) Homepage: http://www.tajpalace.co.kr/(Korean)

3. Mr. Kebab Itaewon


Mr Kebab dibuka oleh beberapa warga Turki yang telah tinggal di Korea selama lebih dari 12 tahun. Untuk menjaga cita rasanya, restoran ini hanya mempekerjakan koki dari Turki, roti, saus, dan yogurt semua dibuat segar di restoran. Hidangan yang paling populer adalah ayam dan kebab domba dan pilaf serta Kebab Iskender (hidangan yang terbuat dari roti tradisional Turki, kebab domba, dan yogurt). Untuk menuju kesana, dari Exit 3 di Stasiun Itaewon, berjalan sekitar 20 meter dan Anda akan menemukan Mr Kebab di sebelah kanan.

Informasi:

Business hours: Weekdays 11:00-04:00 (next day) / Weekends
No scheduled days off (Open all year round)
Menu: Kebabs 4,000-10,900 won
Today’s Chef Selection: 7,000 won
Address: Seoul-si, Yongsan-gu, Itaewon 1-dong 127-2
Contact: +82-70-7758-1997 (Korean, English, Turkish)
Homepage: www.mrkebab.co.kr (Korean, English)

4. Toko-Toko di Islamic Street:


Di Islamic Street yang terletak disekitar Seoul Central Mosque juga terdapat aneka toko yang menjual barang-barang khas umat muslim. Antara lain:

National Food Mart (+82-2-790-6547) menjual berbagai bahan nuansa Islam dan makanan olahan dengan logo halal. Toko ini biasanya ramai dengan umat Muslim serta wisatawan Korea dan internasional.


Halal Meat Shop (+82-2-798-8611) menjual daging sapi beku, daging domba, dan ayam. Di toko ini, pengunjung akan menemukan sebuah diagram dari sapi yang disembelih sesuai dengan peraturan Islam.

Mereka yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang iman Islam dianjurkan untuk mendatangi Islamic Book Center (+82-2-794-0968) yang tidak hanya menjual Alquran, tetapi berbagai buku tentang Islam dalam berbagai bahasa (Korea, Inggris , Arab, Hindi).


Ada juga Step-in (+82-2-798-3909) toko yang menjual jilbab/kerudung dengan harga sekitar 10,000 won
Dan juga, Salam Bakery (+82-2-749-4323) yang menjual segar dipanggang dibuat oleh koki pastry dari Suriah.

Menelusuri Jejak Islam di Seoul Central Mosque

Penduduk Korea Selatan mayoritas beragama Budha, namun bukan berarti kita tidak dapat menemukan jejak-jejak Islam di negara ini. Temukan atmosfer kehidupan muslim di Seoul Central Mosque yang berada di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Masjid ini adalah masjid pertama dan satu-satunya di Seoul sekaligus masjid terbesar di Korea.

Seoul Central Mosque yang dibuka untuk pertama kalinya pada tanggal 5 Mei 1976 ini tepatnya berada di distrik Yongsan-gu. Selain menjadi pusat agama Islam, masjid ini juga merupakan kebanggaan lebih dari 45 ribu masyarakat Korea asli yang memeluk Islam sejak lama. Masjid ini dalam bahasa Arab bernama Masjid Si’ul Al Markaz, namun petunjuk jalan yang dibuat oleh pemerintah setempat menuliskannya dengan bahasa Inggis yakni Seoul Central Mosque. Arsitekturnya yang khas membuat wisatawan akan dengan mudah mengenali masjid ini. Di pintu utama terdapat tulisan “Allahu Akbar” menggunakan huruf Arab yang cukup besar. Bagi masyarakat setempat dan pemeluk non muslim, masjid ini merupakan titik destinasi wisata karena keindahan arsitekturnya. Apalagi Seoul Central Mosque ini terletak antara Namsan dan Han River.

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai ini umumnya memiliki tempat terpisah untuk wanita dan pria. Masjid ini tidak hanya menyediakan tempat untuk sholat berjamaah namun juga terdapat beberapa ruangan lain seperti kantor, ruang kelas, ruang rapat dan ruang konferensi. Bahkan ada penginapan yang sering dipakai para pekerja asing untuk menginap. Perluasan bangunan ini dilakukan pada tahun 1991 setelah pengelola setempat mendapatkan sumbangan dari pemerintah Arab Saudi sebesar 3,5 miliar Won.

Seperti layaknya masjid yang berdiri di negara berpenduduk non-muslim, Anda yang menyempatkan datang akan melihat bahwa masjid ini didatangi oleh orang-orang yang berasal dari latar belakang negara yang berbeda. Seperti Mesir, Libya, Suria, Sudan, Pakistan, Bangladesh, Turki dan tentu saja Indonesia. Mereka pada umumnya adalah para pekerja asing yang mengadu nasib di Korea Selatan. Ada juga penduduk asli keturunan para mualaf yang masuk ke Korea saat Perang Korea. Pada saat bulan Ramadhan, masjid ini akan semakin ramai oleh kegiatan keagamaan dan acara buka serta sahur bersama. Sama seperti di Indonesia, pengelola masjid juga menyediakan hidangan untuk para jamaah. Jadi Anda tak perlu ketakutan kelaparan jika mengunjungji Seoul Central Mosque saat bulan puasa.

Masjid ini juga menjadi jujugan para wisatawan yang ingin menunaikan sholat Jumat. Setiap hari Jumat paling tidak ada 800 jemaah yang melaksanakan sholat. Menyadari bahwa jamaah sholat Jumat di masjid ini berasal dari berbagai negara, maka khutbah Jumat akan diberikan dalam 2 bahasa sekaligus yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Nah, Jika Anda datang jauh sebelum sholat Jumat dilaksanakan, Anda bisa berjalan-jalan mengitari kawasan ini yang dipenuhi toko-toko penjual pernik-pernik umat muslim seperti buku, CD dan perangkat sholat yang kebanyakan dijual oleh warga Pakistan. Daerah ini juga menyediakan Iteawon Night Market yang terletak di dekat kawasan masjid. Pasar yang dibuka pada malam hari ini menyediakan berbagai barang, baju dan asesoris seperti kaus kaki, anting-anting, gelang, kalung dan beberapa fashion item lainnya.

Uniknya, lokasi Seoul Central Mosque ini berada di dekat basis militer AS di Korea Selatan. Jadi jangan heran jika Anda akan melihat sekelompok tentara Amerika hilir mudik di kawasan ini.

Untuk sampai ke Seoul Central Mosque ini Anda bisa menumpang subway jalur 6 melalui Seoul Subway dan turun di Stasiun Itaweon pintu exit nomor 3. Turun dari stasiun Anda akan menemukan Fire Station Itaewon berbeloklah ke kanan. Jika sampai di persimpangan belok kiri dan berjalanlah sekitar 200 meter. Bagi wisatawan yang masih ingin melihat geliat kehidupan muslim disini, Anda bisa menginap di hotel-hotel yang ada di Itaewon seperti Hamilton Hotel Itaewon, Grand Hyatt Hotel atau Capital Itaewon Hotel. Setelah itu, Anda juga bisa menikmati destinasi wisata lainnya di Seoul yakni Whanki Museum, makan di Restoran Seokparang atau menjelajahi Seoul Forest yang mengagumkan.

 

Sumber : http://www.kaskus.co.id/post/520cb7be1dd719eb50000002#post520cb7be1dd719eb50000002

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 16, 2013 in Dunia Muslim

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: